Fatmawati Bachtiar (Fatma's Miracle)
Hmm, lagi seru-serunya sama mata kuliah Penulisan Features,, Jadi... terpostkan kembali dech tulisan-tulisan yang terpeluk dalam hangatnya features...  Sambil memahami apa itu tulisan features dengan baik, sekalian ajha sama berbagi karya features yang aqu goreskan  di lembaran-lembaran yang haus akan tinta... Inilah dia tulisan faeturs karyaku selanjutnya..... Tentang diri sendiri.....



BERBAGI PENGALAMAN MENGUBAH KEPRIBADIAN

Perjalanan hidup akan selalu terukir di setiap benak manusia, siapapun itu. Setiap hal dan rasa yang dirasakan dan dijalani oleh seseorang selalu akan meninggalkan kesan, pesan dan pengalaman yang sangat berharga. Apapun itu, baik pengalaman menyenangkan, kesedihan, suka dan duka, tawa dan canda serta pengalaman yang menyedihkan dan pedih.

Begitu juga dengan seorang mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di Banda Aceh ini. Seorang mahasiswi yang memiliki latar belakang yang sederhana. Lahir dalam keluarga dan lingkungan masyarakat yang sederhana, menjadikan dirinya sebagai seorang anak remaja yang kini beranjak dewasa yang mempunyai berbagai impian untuk terus menuntut ilmu dan mencari pengalaman hidup dari siapa saja dan dimana saja. 
Fatmawati Bachtiar (Fatma's Miracle)
Pada siang itu, dengan cuaca yang cukup ekstrim yang membuat setiap mahasiswa jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam di sebuah ruangan sederhana sedikit kepanasan. Namun semangat mereka untuk masuk dan belajar mata kuliah penulisan features tidak mencair dan menguap ke angkasa. Dengan setia menunggu dosen mereka datang, seorang dosen yang akan memberikan dan menambahkan ilmu kepada mereka tentang dunia kepenulisan, atau yang lebih dikenal dengan dunia jurnalistik. Saat itu ada yang berbeda terlihat, ketika dosen yang telah berpengalaman dalam menulis feature itu memasuki ruangan dengan seorang anak yang masih mengenakkan baju seragam sekolahnya. Seorang anak lelaki yang merebut perhatian para mahasiswa di ruangan itu. Pada awal kedatangannya ke ruangan tersebut, anak lelaki yang bernama Hafizh itu hanya terdiam dan duduk rapi di bangku. Tidak ada tanda-tanda untuk bergerak lebih.