Fatmawati Bachtiar (Fatma's Miracle)
Ini cerita kehidupan cintaku,  sebuah cerita yang menjelaskan seperti apa rasa cintaku. Akan aku mulai dengan keadaanku. Aku ini wanita yang tak sempurna, wanita yang tak disukai maupun dicintai oleh seorang lelakipun, seorang wanita yang begitu lemah tuk dicintai. Aku tak secantik teman-temanku, tak seanggun dan selembut mereka dan mungkin aku juga tak pantas untuk dicintai. Kadang aku iri dengan teman-temanku dan wanita-wanita di seluruh dunia yang dapat dicintai oleh lelaki yang mereka cintai. Namun aku tak mau kalah dengan itu semua. Aku sama dengan wanita-wanita yang lain, aku dapat mencintai seseorang walaupun aku tak dicintai. Ya aku punya kisah cinta sendiri, kisah cinta yang tak berakhir namun juga tak akan pernah jelas. Namun cintaku ini tak kalah dengan cinta wanita lain.
Ini adalah cinta pertamaku, cinta yang datang begitu saja hingga tertancap begitu kuat di hatiku. Sebuah cinta yang tak tergantikan, aku menyukainya begitu dalam. Dia seorang lelaki yang mengisi hatiku dan tak mau pergi. Aku telah jatuh cinta padanya pada pandangan pertama dan rasanya begitu kuat, walaupun saat itu umurku masih muda. Saat itu aku baru kelas 1 SMP tetapi sudah bisa merasakan suka padanya. Hmm, apa ini yang namanya cinta monyet? Entahlah aku tak tahu, tapi rasa sukaku padanya terus bertambah. Aku bingung dengan ini semua, aku seperti tersihir olehnya. Dia seorang lelaki yang memenuhi pikiranku. Apalagi kami satu sekolah dan ketika pulang, aku sering sekali satu angkutan umum dengannya. Ini membuatku semakin memiliki rasa, namun sayang aku tak pernah berbicara dengannya, bahkan ia pun tak mengenalku.
Waktu terus berputar, perlahan tapi pasti rasa itu tetap tersimpan. Tiga tahun sudah berlalu, aku tetap menyukainya sampai aku menyelesaikan masa SMP ku. Lalu setelah itu aku tak pernah berjumpa lagi dengannya, kami sekolah di SMU yang berbeda. Pernah di suatu masa aku mencoba melupakannya dan itu bukan sekali atau dua kali, tapi beberapa kali. Tapi ia tak kunjung pergi dari hatiku, ada saja yang menbuatku tetap mengingatnya. Masa SMU pun berlalu dan aku pun tetap seperti ini. Sekarang aku sudah menjadi mahasiswi dan rasa itu tetap ada, bahkan ketika kuceritakan pada sahabat-sahabatku mereka tak percaya, mengapa seperti ini rasa cintaku padanya? Bahkan pernah di suatu siang, ketika salah satu sahabatku berencana untuk membuat dirinya mengenalku. Dan sahabatku mulai melakukan komunikasi dan itu diawali melalui via sms. Ya sahabatku berhasil ber-sms-an dengannya. Satu sms saja yang sahabatku lakukan untuk pertama kalinya itu telah membuatku menangis, ya aku menangis. Aku merasa sedih, air mataku mengalir begitu saja, batinku sesak. Sahabatku bisa sms-an dengan orang yang kucintai tapi aku tak pernah bisa melakukannya, padahal nomor handphone-nya sudah tersimpan di handphoneku selama 2 tahun. Aku begitu bodoh, aku tak memiliki keberanian untuk menjalin komunikasi dengan seseorang yang telah sekian lama mengisi hatiku. Aku menangis saat itu dan membuat sahabatku itu terkejut, mengapa aku bisa menangis seperti itu? Mungkin di dalam pikiran sahabatku ini  “Masya Allah, bagaimana bisa ada seorang yang dia kenal bisa memiliki rasa seperti ini? Bisa mencintai seseorang yang sama selama 8 tahun, padahal selama ini sama sekali tidak pernah membangun hubungan apapun dan perasaan itu pun tetap ada padahal sudah 5 tahun lebih tak bertemu?”. 
Hmm aku tak tahu, apa pikiran sahabatku itu suatu penghargaan atau malah itu suatu kebodohan yang selama ini aku lakukan. Rasa sdihku terus berlanjut hingga malamnya. Malam itu aku menangis sejadi-jadinya. Aku takut kalau suatu saat orang yang kucintai ini ingin berjumpa dan berkenalan dengan sahabatku ini dan dengan pertemuan itu bisa membuat dia jatuh cinta pada sahabatku atau malah keduanya bisa saling jatuh cinta. Dan akhirnya aku harus melihat dan menerima kenyataan ini.
Malam itu pikiranku sangat kacau, aku terus menangis membayangkan jika itu semua terjadi. Terus apa yang akan terjadi padaku? Sakit, patah hati.  Pikiranku terus bermain dengan khayalan yang bisa terjadi kapan saja. Namun jika memang terjadi, aku pasti tak akan bisa melakukan apapun karena rasa cinta itu tumbuh begitu saja dan tak bisa dipaksakan. Oh My God, jangan pernah itu terjadi aku tidak mau kalau diantara mereka berdua ada terselip rasa cinta”. Batinku berbicara.
Mungkin aku egois untuk hal ini, tapi aku berharap semuanya kembali kepadaku, aku bisa mengenalnya, berbicara dan juga bisa dekat dengannya. Aku benar-benar kacau malam itu, entah berapa lama aku menangis, bahkan  aku juga menangis di malam-malam berikutnya. Rasa takut terus menyerangku dan membuat aku tak bisa berpikir jernih.
Bulan demi bulan terus berganti, keadaan dan rasa di hati tetap sama. Aku tetap memikirkannya. Ya sudah 8 tahun lebih rasa itu, kini aku hanya bisa pasrah, aku tak punya keberanian untuk membangun jalinan dengannya baik di dunia maya maupun dunia nyata. Aku cumin bisa berharap dan berdoa supaya harapanku bisa terkabulkan oleh Sang Maha Pemberi. Maha Penerima dan Maha mengabulkan Doa, dan juga semoga harapan dan rencana sahabat-sahabatku juga dkabulkan oleh Allah SWT., karena aku tahu bahwa sahabat-sahabatku ingin melihat aku bahagia. Ya  Semoga semua berakhir sesuai harapanku bisa mencintai dan dicintai.
Dan kini aku membiarkan jalan kisah cintaku seperti ini, tanpa ada rasa untuk berani memulai dan terus memendamnya. Mungkin di kemudian hari ada peluang dan keajaiban yang datang padaku. Tetapi untuk sekarang aku hanya bisa melakukan ini,  memendam rasa dan mencintainya dalam diam.


This is: | edit post
7 Responses
  1. Unknown Says:

    ceritanya bikin nyesek, aku juga ngerasain ini Sekarang, :'( , saat ini aku duduk di bangku SMA


  2. My Quotes Says:

    Aku juga merasakannya. Semua terasa beku ketika kusadari bahwa dia yang aku cinta mencintai sahabatku sendiri. Seolah hidupku tiada arti.


  3. Unknown Says:

    Aku sering merasakan itu juga kak,kita sama 3 tahun aku diam mencintainya,tapi dia bahkan tak pernah memandangku walau hanya sedetik,huhh mungkin takdir 😌


  4. Satu Jam Says:

    jadi flashback lagi zaman SMA dulu :)


  5. sholat dhuha Says:

    Dulu waktu jaman sekolah juga pernah ngerasain gitu, ternyata banyak juga ya yg ngalamin sama


  6. Unknown Says:

    Aku juga pernah ngerasain hal itu, bahkan sampek 12 thun..


  7. Unknown Says:

    banyak hari banyak waktu dunia terisi dengan berbagai kecamuk.
    aku tidak mengerti dengan semua ini dan yang kita jalani masa ini.
    mengapa kita pernah merasakan hal yang aneh ini.


Posting Komentar